Tragedi Cinta Romeo dan Juliet karya Wiliam Shakespears
Kita mungkin sudah sangat familiar dengan nama Romeo-Juliet. Sepasang kekasih yang namanya tidak lekang oleh waktu. Mungkin kita mengibaratkan sepasang kekasih yang memiliki kisah romantis sebagai sejoli Romeo dan Juliet. Namun kisah cinta mereka tidak seindah yang kita bayangkan, bahkan berakhir tragis dengan kematian.
Tragedi cinta Romeo Juliet merupakan sebuah naskah drama karya William Shakepears, seorang pujangga asal Inggris yang ditulis sekitar tahun 1591 dan 1595. Romeo-Juliet menjadi salah satu karya yang sangat popular. Penulisannya memang seperti naskah drama pada umumnya, berupa dialog-dialog antar tokoh. Tidak seperti novel yang biasanya ditulis dalam bentuk paragraf.
Ada beberapa penerbit yang menerbitkan terjemahan Bahasa Indonesia dari naskah drama Romeo-Juliet, seperti Penerbit Anak Hebat Indonesia (AHI). Dari versi terbitan AHI, pada bagian awal cerita terdapat pengenalan tokoh yang memberikan informasi kepada pembaca untuk memahami hubungan antar tokoh dan karakternya. Kisahnya dibagi dalam lima babak, dengan tiap babak terbagi dalam beberapa adegan.
Isi Naskah Drama Romeo-Juliet
Kisah drama ini mengambil latar Kota Verona, tempat tinggal dua keluarga bangsawan yang saling berseteru antara keluarga Montague dan keluarga Capulet. Perseteruan kedua keluarga ini menjadi fokus dalam drama ini. Kedua keluarga memiliki putra maupun putri usia remaja yang tidak sengaja bertemu dalam sebuah pesta yang diselenggarakan oleh Keluarga Capulet. Mereka adalah Romeo dan Juliet, dua insan remaja yang saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
Meskipun baru sehari bertemu, mereka langsung memutuskan untuk mengikat janji suci di depan pendeta. Namun dapat dipastikan cinta mereka terhalang restu orang tua, karena hubungan kedua keluarga yang saling bermusuhan. Juliet sudah dijodohkan dengan Paris, saudara sepupu pangeran yang tidak dicintainya.
Perseteruan antara Keluarga Montague dengan Keluarga Capulet menyebarkan kebencian satu sama lain, termasuk kepada saudara masing-masing. Mereka sering membuat kegaduhan di jalanan umum. Bahkan dalam sebuah perkelahian, Mercutio yang merupakan saudara sepupu Pangeran dan teman baik Romeo mati dibunuh Tybalt, saudara sepupu Juliet. Romeo yang dipenuhi amarah membalaskan dendam dengan membunuh Tybalt. Akibatnya ia mendapat hukuman pengasingan ke luar kota. Romeo harus pergi dari Verona dan berpisah dengan Juliet.
Sementara itu, orang tua Juliet berencana mempercepat pernikahan Juliet dan Paris agar Juliet tidak lagi bersedih atas kematian Tybalt. Juliet dengan bantuan pendeta Friar Lawrence merencanakan rekayasa bunuh diri dengan meminum ramuan khusus untuk membuatnya mati suri tepat sebelum pernikahannya dengan Paris. Ketika efek obatnya habis, Romeo akan menjemputnya di pemakaman dan mereka akan kabur bersama.
Rencana ini gagal karena Romeo mengira Juliet mati sungguhan. Saat tiba di pemakaman, Romeo bertemu dengan Paris dan terlibat perkelahian dengannya yang menyebabkan Paris meregang nyawa. Sebelum Juliet bangun dari mati surinya, Romeo yang putus asa meminum racun untuk menyusul kematian Juliet. Begitu Juliet terbangun, ia mendapati Romeo telah terbujur kaku di dekatnya. Ia pun memutuskan bunuh diri sungguhan dengan menusukkan pisau pada dirinya.
Kisah ini diakhiri dengan kematian tragis dua pasangan Romeo-Juliet yang menjadi korban perseteruan dua keluarga. Orang tua Juliet dan Romeo yang mengetahui penyebab kematian tragis putra putrinya merasa sangat menyesal dan menyadari kesalahan yang mereka lakukan telah merenggut nyawa anak yang mereka sayangi. Kematian Romeo dan Juliet telah membuka pintu perdamaian Keluarga Montague dan Keluarga Capulet yang selama ini menjadi musuh bebuyutan.
Pelajaran Kehidupan dari Kisah Tragis Romeo dan Juliet
Kisah Romeo-Juliet memberikan banyak pelajaran kehidupan yang bisa dipetik. Romeo dan Juliet digambarkan sebagai sosok remaja labil yang sering bertindak gegabah tanpa pikir panjang. Saat fase remaja, seseorang mudah terbawa emosi sesaat yang bisa saja merugikan dirinya. Emosi yang mudah meluap-luap dan tidak terkendali juga sering dialami selama fase remaja. Seperti yang dialami Romeo yang mudah terbawa emosi sampai membunuh saudara sepupu Juliet untuk membalaskan kematian kawannya.
Para remaja memasuki masa pubertas dengan mulai menyukai lawan jenis. Romeo yang tengah patah hati lantaran cintanya ditolak Rosaline, tiba-tiba jatuh cinta pada Juliet hanya dari pandangan pertama. Dengan sangat gegabah mereka langsung memutuskan menikah secara diam-diam.
Ini tidak dapat disebut sebagai cinta sejati seperti yang kita bayangkan ketika mendengar Romeo-Juliet. Melainkan hanya sebuah nafsu remaja yang dipenuhi perasaan gembira memiliki tambatan hati. Namun cinta itulah yang membutakan mereka.
Romeo yang tidak mengetahui rekayasa kematian Juliet, dengan mudahnya memutuskan untuk bunuh diri. Sementara itu, Juliet yang sedih mengetahui kekasihnya mati lebih memilih mengakhiri hidupnya tanpa memikirkan kedua orang tuanya. Sungguh keputusan yang impulsif tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
Kemudian, perseteruan antara Keluarga Montague dan Keluarga Capulet membawa kebencian yang mendalam di antara keduanya. Akibatnya cinta dari putra putri kedua keluarga ini harus berakhir tragis karena terhalang restu orang tua. Permusuhan dan rasa benci yang diwariskan dalam keluarga mereka membawa kehancuran yang menyedihkan.

Komentar
Posting Komentar